Senin, 20 September 2010

Century: my first synopsis ^^


Century – Abad
A novel by Sarah Singleton © 2005
Published in Indonesia by PT. Gramedia Pustaka Utama, July 2007

~Sebuah kisah yang mengajarkan kepada kita untuk tidak terjebak dalam masa lalu yang kelam dan menyeret serta orang-orang di sekitar kita untuk turut merasakan kepedihan itu…~

Kubaca novel ini pada bulan Desember 2008. Setelah sekian lama tidak membaca fiksi, tidak kusangka akan menemukan satu yang langsung membuatku terpesona. Bahasa yang memikat dan ide yang tak terbayangkan dari awal hingga akhir sudah cukup membuatku untuk tetap bertahan membacanya sampai selesai saat itu juga…


“Mercy dan adiknya tinggal di dunia yang remang-remang: tidur saat matahari terbit, dan bangun saat matahari terbenam. Rumah mereka pun diselimuti musim dingin tak berkesudahan.
Mercy tidak pernah bertanya pada ayahnya tentang cara hidup mereka—dan penyebabnya—sampai suatu hari ia menemukan di bantalnya sekuntum bunga snowdrop, tanda pertama musim semi.
Pertemuannya dengan Claudius yang misterius mengguncang Mercy dan mengawali perjalanan berlikunya menyusuri sejarah keluarga, mengungkapkan fakta-fakta tentang kematian ibunya dan rumah mereka yang membeku dalam waktu.”


Tahun 1890.
Mercy Galliena Verga dan adiknya, Charity, tinggal dalam rumah mereka yang besar bernama Century—abad. Mereka tinggal bersama Galatea, pengasuh dan pengajar mereka yang tegas, Aurelia, tukang masak yang lembut, dan Trajan, ayah mereka.

Segala sesuatu selalu tampak suram di Century. Mereka terus hidup dalam dunia malam yang dingin dan bersalju. Hari-hari yang terus berlalu selalu tampak sama sampai mereka tidak tahu sudah berapa lama itu berlangsung. Bahkan mereka tidak ingat berapa umur mereka, apakah mereka memiliki kenangan masa lalu, dan yang terpenting adalah mengapa mereka tidak bisa mengingat bagaimana rupa ibu mereka dan bagaimana pemakamannya berlangsung. Tidak ada ingatan yang tersisa.

Mercy yang pertama kali menyadari hal ini sejak ia menemukan bunga snowdrop di atas bantalnya dan melihat hantu wanita baru di bawah lapisan es danau dekat Padang Penyulingan. Ia menyebut hantu bergaun pengantin itu dengan sebutan Wanita Es. Ternyata bunga snowdrop itu adalah pemberian Claudius. Claudius datang dari masa lalu, diam-diam berusaha mencari waktu yang tepat untuk dapat menemui Mercy dan memberitahunya bahwa ada yang salah dengan kehidupan yang dijalani Mercy serta ada yang disembunyikan oleh Trajan, Galatea, dan Aurelia dari Mercy dan Charity.

Dari pertemuannya dengan Claudius, akhirnya Mercy mengetahui bahwa keluarga Verga adalah keluarga yang hidup abadi, dan Trajan memiliki kekuatan yang paling besar di antara anggota keluarga yang lain. Trajan menghimpun seluruh kekuatannya untuk membuat suatu kungkungan mantra yang memerangkap mereka semua dalam 1 lingkaran hari yang terus berulang tanpa henti. Kesemuanya ada 5 hari dan 5 peristiwa penting yang terjadi dalam keluarga Verga, disusun seperti boneka Rusia yang berlapis, satu hari dalam hari yang lain. Masing-masing hari ditulis seperti bab dalam buku milik Trajan yang bersampul kulit warna merah dan diembos warna emas berjudul Century. Terdapat batas antara hari yang satu dan hari yang lain.

Claudius sendiri adalah paman Mercy, yang juga terkungkung oleh mantra Trajan. Ia berhasil menemukan batas antara harinya dengan hari Mercy dan meminta bantuan Mercy agar mematahkan mantra itu karena ia mewarisi kekuatan Trajan. Ia harus menemukan batas di antara tiap hari, melihat semua kejadian yang ada di dalamnya, kemudian menuliskan kembali semuanya secara lengkap menjadi cerita yang utuh.

Mercy sempat bimbang dan tidak percaya. Namun ketika ia menceritakan ini kepada Trajan, Aurelia, dan Galatea, mereka bersikap aneh dan mulai mengekang Mercy. Mercy membutuhkan jawaban atas semua ini dan ia mengikuti permintaan dan petunjuk-petunjuk dari Claudius mengenai apa yang harus ia lakukan, karena ia tahu ada yang salah dan ia ingin menjalani hidup dengan normal.

Mercy mulai menjelajahi semua hari melalui tempat-tempat, ruang-ruang, dan celah-celah dalam Century yang dapat menghubungkannya ke masa lalu. Tugas ini terasa sangat berat untuk dilakukan. Seringkali rasa takut dan ragu menyelimutinya, serta perasaan bersalah karena telah menentang ayahnya. Namun ia terus melangkah karena ia ingin bebas dari musim dingin yang selama ini dijalaninya.

Sekarang Mercy tahu apa yang terjadi dengan keluarga Verga setelah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

Claudius mencintai Marietta, seorang manusia biasa. Ia teramat mencintainya sampai tidak ingin kehilangan dirinya. Claudius mulai membuat eksperimen terlarang. Ia membuat tiruan Marietta dari boneka dan menggunakan segenap kekuatannya untuk menciptakan boneka yang terlihat sangat persis seperti manusia. Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah memindahkan roh Marietta ke dalam boneka itu. Saat sebelum pernikahan berlangsung, Claudius mengatakan semua ini kepada Marietta. Marietta tidak berkata apa-apa. Ia merasa sangat sedih dan berlari menuju danau dekat Padang Penyulingan lalu menenggelamkan dirinya. Ayah Marietta yang mengetahui hal ini merasa sangat marah dan mencoba membunuh Claudius. Namun Thecla, istri Trajan dan ibu Mercy, melindungi Claudius dan ia yang terkena tembakan ayah Marietta. Trajan tidak bisa menerima kematian Thecla. Dalam kesedihan yang teramat dalam, ia pun menggunakan kekuatan yang sebenarnya tidak ingin ia gunakan untuk mengekang seluruh anggota keluarga Verga dan peristiwa di dalamnya. Hal ini ia lakukan juga karena ia tidak ingin Claudius berbuat lebih jauh lagi.

Ketika sampai di hari terakhir, di mana pemakaman ibunya berlangsung, Mercy merasa putus asa dan tidak yakin ia sanggup menyelesaikan tugas ini. Namun ia menjadi kuat kembali setelah mendapat dorongan dari ibunya, serta bantuan dari Charity yang sebelumnya telah menggambar untuknya demi melengkapi buku yang ditulisnya.

Kehidupan keluarga Verga sama sekali berbeda ketika Mercy menulis kalimat terakhir di bukunya. Mantra Trajan terpatahkan. Trajan sadar bahwa mereka harus melanjutkan hidup dan meninggalkan kesedihan yang berlarut-larut. Roh Thecla pun dapat tenang dan kembali ke surga. Setelah kematian Marietta, Claudius pergi jauh ke luar kota untuk menjalani hidup barunya. Keluarga Verga dan Century bangkit kembali. Mereka mulai membuka diri terhadap orang-orang dan kehidupan di sekitarnya dalam hangat sinar matahari yang sudah lama tidak mereka rasakan.

~FIN~


Benar-benar cerita yang menggugah jiwaku untuk kembali menulis. Aku benar-benar bisa merasakan kesuraman dan dinginnya Century, serta sensasi saat Mercy menemukan semacam portal untuk kembali ke masa lalu. Menggunakan buku dan tulisan untuk mengekang hari? Baru kali ini aku menemukan hal semacam itu. Tapi sayangnya, tidak diceritakan secara jelas makhluk macam apa sebenarnya keluarga Verga itu. Hidup abadi tapi bukan vampir.... Hmm... apa ya?

Bagi kalian yang tidak paham dengan penceritaanku yang agak kacau ini, harap maklum karena aku ini penulis yang masih amatir, dan bagiku buku ini cukup sulit untuk diceritakan kembali. Penasaran? Baca saja sendiri bukunya kalau begitu =p. Bagi yang sudah pernah membaca, mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan, karena aku sudah agak lupa bagaimana tepatnya cerita ini. Untuk Sarah Singleton: Two thumbs up for you! Hahahaha....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar