Jadi beginilah ceritanya.
Kemarin Minggu pagi kira-kira pukul 06.10 saat aku dan keluargaku akan berangkat ke gereja, seperti yang biasa aku lakukan, aku menghampiri tempat di mana anak-anakku (baca: hamster-hamsterku) berada. Yang pertama kuhampiri adalah ember kecil wadah pop corn XXI. Begitu kulihat isinya yang ada hanyalah kumpulan serutan kayu, si Embulku yang kutaruh di situ sudah lenyap! Disappear! Aku pun langsung berseru, "Weh! Iki ning ngendi ki..." Aku tidak bisa menyelesaikan kalimatku. Seketika aku merasakan lubang di hatiku bertambah, kosong, hampa rasanya. Aku celingukan, mencari-cari di lantai sekitar TKP, juga sekilas di lantai pinggir ruang tamu tapi tidak kutemukan dia.
Siapakah si Embul?
Dia ad
alah hamster kesayanganku, satu-satunya anak dari generasi pertama hasil perkawinan Miku dan Moron yang bisa bertahan hidup. Kunamai Embul karena dia yang paling gembul di antara saudara-saudaranya. Dibandingkan dengan adik-adiknya yang lahir 5 atau 6 bulan kemudian, ukuran badannya malah jauh lebih kecil. Saat adik-adiknya sudah berumur dua bulan, ukuran badan si Embul malah seperti kalau adik-adiknya berumur 1 bulan. Sepertinya dia menderita kretinisme karena aku juga merasa dia tidak bertambah besar. Tapi biarlah, walaupun begitu aku tetap menyayanginya. Dia juga satu-satunya hamster yang tidak pernah menggigitku. Hmm pernah sih tapi ia akan melakukannya kalau aku mengagetkannya dan itu sangat jarang terjadi. Pertama kali aku mengambilnya, dia malah menjilati tanganku, sedikit menggigit tapi mungkin baginya hanya untuk mengetes dan rasanya tidak sakit.Nah begitu aku berteriak kalau si Embul kabur, aku langsung disalah-salahin & disukur-sukurin oleh kedua orang tuaku. Katanya aku ngeyel karena tidak mau memasukkan Embul beserta wadah pop corn-nya ke dalam akuarium (di akuarium itu sudah ada adik-adiknya, takutnya berantem lagi kalau digabung). Menurutku Embul tidak akan bisa keluar dari ember itu karena dia kecil lagipula dia juga sedang sakit. Entah kenapa kepalanya benjol lumayan besar dan di daerah benjolan itu bulu-bulunya rontok. Sudah agak mendingan waktu aku bedaki dengan bedak bayi walau masih benjol.
Embul adalah hamster kelima yang kabur dari tempat di mana seharusnya mereka berada. Aku masih tidak percaya kalau dia bisa keluar dari ember. Dulu aku juga pernah meletakkannya di ember itu sebelum ayahku menyiapkan akuarium, dia tidak bisa keluar tuh dari situ. Aku yakin pasti ada penyebab lain, sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa...
Beberapa kali aku mencoba mencarinya, merangkak-rangkak di lantai, mencari di ko
long-kolong, tapi tetap tidak kutemukan. Aku hampir menangis saat memikirkannya. Rumahku lumayan besar untuk seekor hamster kecil apalagi ada daerah-daerah yang tidak terjamah saking berantakannya. Apakah dia menemukan lubang tikus? Atau lubang kecil di pintu lalu ke luar? Ke dunia yang lebih buas dan kejam di luar sana? Entahlah aku tidak tahu dan tidak ingin memikirkan hal itu! Aku hanya berharap yang baik-baik saja untuk Embulku tercinta.Embul, semoga kamu bisa bertahan hidup di mana pun kamu berada, di luar sana atau di dalam sini, semoga kamu tidak bertemu tikus-tikus kerabatmu yang jelek dan jahat itu, atau semut-semut penggigit yang nakal. Maafkan aku, Embul, tidak bisa menjagamu dengan baik... Huhuhu...
PS: Bohong banget kalau Hamtaro dkk bisa keluar dari kandang masing-masing untuk bermain bersama dan kembali lagi saat pemilik mereka sudah pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar