Aku hanya merindukannya, itu saja. Ah, sebenarnya aku tidak tahu apakah aku benar-benar merindukannya. Aku bahkan baru mengenalnya dan hanya sedikit yang kutahu tentangnya. Tapi apa yang dapat aku lakukan? Aku merindukannya.
Mungkin ini hanya perasaan sesaat yang dulu pernah kurasakan terhadap orang lain. Setelah lama menanti dan menyimpan semua perasaanku sendiri lalu aku menyerah dan melupakannya. Apakah kali ini akan berakhir seperti itu juga? Aku tidak tahu. Yang jelas aku merindukannya sekarang.
Aku berharap dia sedang merasakan hal yang sama terhadapku. Tidak. Itu terlalu konyol. Mustahil. Benar-benar suatu kebodohan kalau aku sampai berpikir seperti itu. Mimpi yang terlalu indah untuk jadi kenyataan. Tapi semakin lama dipikirkan aku jadi semakin merindukannya.
Setelah itu biasanya aku akan memutar sebuah lagu. Fukai Mori - Do As Infinity. Hanya lagu ini yang dapat mengingatkanku tentang dirinya. Berharap dengan memutarnya berulang-ulang maka ia akan berada di sampingku...
Heran, sejak kapan aku jadi melankolis begini...?
Argh, masalah perasaan memang sulit dimengerti.
Mungkin ini hanya perasaan sesaat yang dulu pernah kurasakan terhadap orang lain. Setelah lama menanti dan menyimpan semua perasaanku sendiri lalu aku menyerah dan melupakannya. Apakah kali ini akan berakhir seperti itu juga? Aku tidak tahu. Yang jelas aku merindukannya sekarang.
Aku berharap dia sedang merasakan hal yang sama terhadapku. Tidak. Itu terlalu konyol. Mustahil. Benar-benar suatu kebodohan kalau aku sampai berpikir seperti itu. Mimpi yang terlalu indah untuk jadi kenyataan. Tapi semakin lama dipikirkan aku jadi semakin merindukannya.
Setelah itu biasanya aku akan memutar sebuah lagu. Fukai Mori - Do As Infinity. Hanya lagu ini yang dapat mengingatkanku tentang dirinya. Berharap dengan memutarnya berulang-ulang maka ia akan berada di sampingku...
Heran, sejak kapan aku jadi melankolis begini...?
Argh, masalah perasaan memang sulit dimengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar