Selasa, 30 Agustus 2011

Read, read, read!

Hi-ho! These are my next to-read for September. Hope can finish them all on that month ‘cause I want to break my 2011 reading challenge, 20 books read in 2011, on Goodreads immediately so I can go for another books. And for now, I’m just have 9 >.<

Last book that I’ve read was Maximum Ride #1 (The Angel Experiment) on June. Fortunately, my sist bought the next serial, Maximum Ride #2 (School’s Out – Forever), at Toga Mas Jogja last week for just Rp 10.000,00! Wow, what a big sale for a thick book! And, yeah, because of that, I can fly with my Fang again~ XD *punched by Max*.

Next above Maximum Ride, you can see Paper Cranes by Cheryl Koenig. It’s a true story about a mom—Cheryl herself—who was struggling to bring back her son to his normal life after a tragic accident that almost took his life. I got this book from my brother’s classmate, Viena, 2 days ago. I didn’t borrow it but she lend it to me through my brother. He said, she wanted to know whether I like inspirational book or not. Maybe this book was nice for her and she wanted to share with me. We have similar interests, especially in books, and I like her. She has been like my own lil sister. Thank you, Viena. I’ll read it =).

And the last but not the least is the first book of The Lord of the Rings by J.R.R. Tolkien, The Fellowship of the Ring in English! It was published by Ballantine Books, New York and it’s the sixty-seventh printing, printed on November 1978. My sist got it from her friend who had posted it from Jakarta. A dictionary becomes a must then. Though Tolkien’s language style isn’t so hard for me, there are many difficult words that I should learn more. I’ve been thinking of this Oxford Learner’s Pocket Dictionary long time ago so I decided to buy it last Sunday. I think this dictionary will help me a lot with its cute size and easy-to-understand meanings. I can find the words I want easily and quickly while reading an English book.

Hm.. ada sedikit cerita lucu waktu aku membeli kamus ini.

Aku membelinya di Gramedia Java Supermall saat aku berjalan-jalan bersama ayah, ibu, dan kakakku. Begitu masuk Gramedia aku langsung mencari rak kamus Oxford, iseng aja sih pengen liat harganya, awalnya nggak ada niat untuk beli. Tapi ternyata di rak itu tertempel kertas merah bertuliskan diskon 20% dan harga asli kamus itu sendiri sangat menggoda, apalagi kalau ditambah diskon. Aku langsung ambil kamus itu tapi kutimang-timang dulu sambil mikir beli, enggak, beli, enggak, beli, enggak karena aku memang tidak ada rencana untuk membelinya dan uang yang kubawa tidak banyak. Saat itu ada sedikit perdebatan juga antara aku, kakakku, dan ibuku. Kakakku juga ingin membelinya tapi ibuku tidak menyetujui, lebih baik membeli kamus yang berbeda atau salah satu saja yang membeli jika memang ingin kamus yang sama. Setelah beberapa menit adu argumentasi di depan rak akhirnya aku yang membawa kamus itu ke kasir. Saat aku mendengar mbak penjaga kasir menyebutkan harga tanpa diskon dan melihat angka itu di layar dengan tatapan tidak percaya, aku langsung berkata, “Itu diskon 20% ‘kan?”

Kata para penjaga kasir (ada dua orang saat itu), “Nggak diskon.”

Aku agak ngeyel, siapa tahu mereka lupa, “Tapi tadi di sana ada tulisannya diskon 20%.”

“Yang diskon yang besar, yang di bawahnya,” kata mereka.

Doeeeennk! Aku langsung tepok jidat. Dengan sedikit enggan, aku mengeluarkan dua lembar uang, masing-masing berwarna biru dan hijau.

Deretan paling atas rak berisi Learner’s Pocket Dictionary dan Learner’s Pocket Grammar (yang Grammar lebih mahal). Dua deret di bawahnya adalah Advanced Dictionary yang besar dan tebalnya kira-kira hampir sama dengan Brisingr. Kertas merah bertuliskan diskon 20% tertempel tepat di pinggiran kayu dasar deretan rak atas (mudeng nggak? =p), otomatis di atas Advanced Dictionary. Aku terkecoh, atau... tertipu? Mereka 'kan satu rak, kalau kau melihatnya saat itu pasti akan berpikir kalau deret yang atas juga didiskon.

Salah satu penjaga kasir berkata, "Beli yang besar aja biar dapet diskon."

Aku langsung mikir, mana kuaaaat~... Harganya aja dua ratus ribu lebih. Walau didiskon, aku juga tidak akan mampu beli =.=. Lagipula aku memang menginginkan kamus yang kecil.

Aku sempat berpikir, kalau begitu lebih baik kakakku saja yang membelinya, aku bisa beli bulan depan. Tapi penyesalan itu sedikit demi sedikit hilang seiring banyaknya manfaat yang kudapat dari kamus ini. Kau harus rela mengorbankan sesuatu kalau ingin mendapatkan yang lebih baik.