Rabu, 07 September 2011

A Little True Story From the Past

16 November 2009, istirahat ke-2

Tidak tahu harus menulis apa. Pengen cari ide buat nulis cerpen baru yang bagus, singkat, dan mengena, tapi apa ya?

Tiba-tiba Jossie yang duduk di sebelah Meta membereskan tas dan bukunya. Sambil menahan air mata dia minta duduk di sebelahku lalu menyandarkan kepalanya ke meja dan menangis. Saat aku tanya kenapa, ia hanya menggelengkan kepala, mengusap air mata dan ingusnya dengan punggung tangan. Aku jadi tidak tega. Aku pernah menangis di kelas sampai sesenggukan dan tidak ada yang memedulikanku atau menawarkan tissue untukku. Jadi aku berpikir untuk membeli 1 pak kecil tissue di kantin bawah. Setelah sampai di kelas, aku tidak jadi memberikannya karena sepertinya air matanya sudah kering. Dia sedang menyalin buku catatan tambahan Kimiaku yang dipinjamnya minggu lalu sambil menarik ingus. Benar saja, dia menolak tissue yang kemudian kutawarkan sambil mengucapkan beberapa kata yang tidak begitu kuperhatikan. Tapi setelah selesai menulis sepertinya ia berubah pikiran dan mengambil tissue yang kutaruh di atas meja.

Hei, sepertinya ini bisa menjadi cerita yang menarik.

Aku merasa tidak enak karena aku tidak tahu harus bicara apa, untuk menanyakan masalahnya dan menenangkannya. Aku tidak pandai bicara dan hanya bisa menulis ini selagi dia sibuk mencari kegiatan yang bisa dilakukannya selain mengerjakan tugas Bahasa Indonesia yang tadi diberikan Bu Hera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar