Rabu, 15 Mei 2013

Wasted Time

Holaa~ ketemu lagi :3

Siang ini aku sedang ada di kampus, di gazebo B7 tepatnya. Rasanya seperti berada di antara 2 kubu, baik dan jahat, karena langit di sebelah barat sangat cerah dan matahari sangat terik, sedangkan di sebelah timur langit sangat gelap karena gumpalan awan mendung yang luas. Kira-kira siapa yang akan menang? Ohohoho ^.^

Hmm iseng saja sih, aku sedang menghibur diri sendiri dengan berimajinasi. Seharusnya aku sedang di dalam kelas, kuliah Bimbingan dan Konseling, tapi aku membolos karena ada dua hal yang harus aku lakukan. Pertama, melakukan pertemuan dengan seseorang, dan bagiku itu penting karena menyangkut salah satu mata kuliah. Kedua, melakukan pertemuan juga tapi dengan kelompok kerjaku, juga berhubungan dengan mata kuliah yang sama. Tahu tidak apa yang terjadi kemudian? Tak ada satu pun yang datang. Ehm, ada sih satu temanku tapi dia pergi lagi. Seseorang yang harus kutemui itu tidak membalas sama sekali pesanku padahal aku sudah tiga kali mengirim pesan padanya. Mengenai kelompokku, pertemuannya diundur menjadi pukul dua siang yang semula harus berkumpul pukul satu. Sudah satu setengah jam aku menunggu sejak pukul satu dan tidak ada yang datang, ehm kecuali temanku yang pergi lagi itu. Sungguh sia-sia. Yah... walaupun sebenarnya aku memang sedang malas kuliah, tapi masih lebih baik ada di kelas daripada membuang-buang waktu dengan percuma.

Aku sering sekali mengalami hal seperti ini. Aku sering menjadi orang yang paling awal datang dan paling lama menunggu. Aku bukan tipe orang yang suka terlambat atau tidak menepati waktu janjian. Kalaupun aku pernah terlambat, itu jarang terjadi dan pasti ada hal yang harus kulakukan terlebih dahulu atau aku benar-benar lupa atau ada keperluan mendesak. Aku tidak suka membayangkan wajah kesal seseorang jika aku datang terlambat, datang lebih awal justru lebih baik. Selain itu, sering terlambat membuat nama baik tercemar, kau jadi tidak mudah dipercaya orang. Aku bekerja di bidang yang menuntut ketepatan waktu, kalau aku terlambat aku bisa kehilangan pekerjaan. Karena itulah aku selalu berusaha tepat waktu, salah satu cara mudah untuk membangun kepercayaan orang dan segalanya akan menjadi terasa lebih ringan.

Sayangnya, aku semakin jarang menemui orang-orang yang tepat waktu di sekitarku, dan itu kurasakan sejak aku lulus SMA. Apakah orang dewasa selalu berperilaku demikian? Aku rasa tidak. Tapi mengapa hal itu bisa terjadi? Aku juga tidak tahu. Aku hanya bisa berharap agar orang-orang itu bisa lebih menghargai waktu dan menghargai orang yang menghargai waktu. Kalian bukan satu-satunya orang sibuk di dunia ini sehingga berhak datang terlambat atau melupakan janji begitu saja.

Melihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga dan adikku sudah selesai kuliah, aku langsung berkemas pulang karena ternyata sisi jahat yang menang (aku tidak menganggap hujan itu jahat, perumpamaan saja) dan titik-titik halus air mulai turun, aku juga harus pergi mengajar di tempat yang lumayan jauh, meninggalkan gazebo tanpa melakukan hal berarti selain membaca komik dan menulis di blog ini.

Ah, ada pesan masuk, rupanya orang yang harus kutemui itu ketiduran.